Rabu, 23 Januari 2013

Konsorsium 5 Bank Layani E-Ticket Transjakarta




Selasa, 22 Januari 2013 | 11:00 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota menggandeng konsorsium bank untuk mendukung penggunaan tiket elektronik Transjakarta. "E-ticketing ini akan melayani masyarakat, dan dengan e-ticketing ini tentunya akan mengurangi antrean," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam peluncuran e-ticketing hari ini.

Konsorsium tersebut beranggotakan lima bank, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank DKI.

Jokowi mengatakan, kerja sama ini merupakan implementasi dari kebijakan satu jenis kartu untuk penggunaan semua moda transportasi di Jakarta. “Nantinya produk e-money dari kelima bank yang berkonsorsium diharapkan akan terintegrasi pemakaiannya untuk Kopaja, Metromini, dan kereta api, selain tentunya Transjakarta,” ujarnya, Selasa, 22 Januari 2013.

Saat ini tersedia 11 koridor Transjakarta dengan 320 ribu transaksi sehari. Ke depan, Transjakarta akan menambah satu koridor, 500-an bus, enam stasiun pengisian bahan bakar gas, dan berencana mengatur agar Kopaja dan Metromini masuk dalam jalur Transjakarta. Pemerintah Provinsi DKI memprediksi transaksi e-ticketing pada 2013 ini bisa mencapai satu juta sehari.

“Lima bank tersebut juga akan membantu melakukan investasi e-ticketing Transjakarta, dan sebagai kompensasinya, bank dapat memanfaatkan halte bus untuk sarana edukasi dan pemasangan ATM/vending machine sebagai sarana isi ulang,” ujar Jokowi.

Layanan e-ticketing ini akan diuji coba untuk koridor 1 Blok M-Kota. Sedangkan koridor lainnya baru dimulai Februari-April 2013. Adapun untuk penjualan kartu post-launching akan dilakukan di 13 shelter, yakni Blok M, Dukuh Atas, Sarinah, Harmoni, Kota, Pulogadung, Arion, Utan Kayu, Manggarai, Ragunan, GOR Sumantri, Mampang, dan Kuningan Barat.

Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk Gatot M. Suwondo mengatakan, ada berbagai jenis kartu yang dapat digunakan di bus Transjakarta, mulai dari kartu prepaid BNI yang generik, BNI prepaid, maupun kartu lainnya, yang merupakan hasil kerja sama dengan partner BNI, dapat digunakan untuk Transjakarta. Kartu kerja sama partner itu adalah kartu Intermoda (kartu prepaid untuk Bus Trans Jogya dan Bus Batik Solo, kerja sama dengan Bank BRI dan Bank BCA, serta Kereta Api Prambanan Ekspress), Rail Card (kartu prepaid untuk pembelian ticket kereta api eksekutif melalui RAIL BOX di beberapa stasiun), Mekarsari (kerja sama dengan Taman Buah Mekarsari), dan Kimteng (kerja sama dengan coffee shop Kimteng di Pekanbaru).

"Selain itu, Kartu Aku (kerja sama dengan Alfamart), Chelsea (kartu prepaid untuk komunitas pencinta klub sepak bola Inggris Chelsea), dan Java Jazz Festival (kartu prepaid yang dipasarkan khusus saat event Java Jazz Festival) juga dapat digunakan," ujar Gatot.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen perbankan bersama pemerintah DKI dalam mendukung peningkatan layanan di sektor transportasi massal. BCA akan melayani e-ticketing dengan kartu Flazz.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi, mengemukakan bahwa kerja sama implementasi e-ticketing ini merupakan upaya peningkatan pelayanan pengguna Transjakarta. Semua kartu Mandiri e-money (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan Gaz Card) dapat digunakan untuk pembayaran tiket bus Transjakarta.

Adapun Bank BRI akan menggunakan uang elektroniknya, BRIZZI, dalam kerja sama e-ticketing Transjakarta ini. Direktur Utama BRI Sofyan Basir menjelaskan bahwa top-up BRIZZI mudah.

"Kartu BRIZZI dapat di-top-up atau diisi ulang melalui seluruh e-Channel BRI (ATM, SMS Banking BRI, dan Internet Banking BRI), dan di EDC BRIZZI, yang terdapat di merchant-merchant kerja sama BRIZZI. Baik gunakan kartu debit BRI maupun kartu debit bank mana pun di Indonesia yang tergabung di jaringan ATM Bersama maupun ATM Prima dan jaringan ATM Link,” kata Sofyan.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, Bank DKI, selaku penerbit smart card e-money pertama di Indonesia dengan nama JakCard, menyambut baik adanya kerja sama perbankan pada kartu prabayar Transjakarta ini. Bank DKI telah mengimplementasikan sistem JakCard dengan EDC di koridor 1-8. Untuk sistem JakCard dengan e-ticketing khususnya di koridor 6 sejak Juni 2012 serta koridor 1 bersama empat bank lainnya.

MARTHA THERTINA
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/01/22/087456131/Konsorsium-5-Bank-Layani-E-Ticket-Transjakarta

100 Hari Jakarta Baru, Jokowi Resmikan "E-ticketing" Transjakarta

Kurnia Sari Aziza | Selasa, 22 Januari 2013 | 10:12 WIB




JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Selasa (22/1/2013) ini menggenapi 100 hari pemerintahan Jakarta baru dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Apa yang akan dilaksanakan Jokowi dan Basuki di hari ke-100 mereka bekerja?
Jokowi sudah memiliki beberapa agenda, antara lain meresmikan integrasi kopaja AC ke jalur transjakarta dan launching penerapan e-ticketing transjakarta. "Launching dan memulai itu tetap dilaksanakan karena ditunggu masyarakat. Besok (hari ini) itu ada penerapan e-ticketing transjakarta, 102 armada baru transjakarta, dan kopaja integrasi jalur transjakarta," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (21/1/2013).
Integrasi kopaja AC akan dilakukan untuk Kopaja P20 (Lebak Bulus-Senen) dan Kopaja S13 (Ragunan-Grogol) yang terintegrasi dengan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas) dan Koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni). Pelaksanaan integrasi kopaja AC ke jalur transjakarta ini mengikuti sistem yang berlaku di transjakarta, misalnya penggunaan armada dengan bus memiliki dek tinggi dan pintu sebelah kanan.
Dengan berlakunya integrasi ini, penumpang transjakarta cukup membeli tiket seharga Rp 5.000. Tarif tiket ini berlaku untuk kopaja AC dan transjakarta. Jika membeli tiket di halte bus transjakarta dikenai biaya Rp 8.500. Rinciannya, Rp 3.500 untuk transjakarta dan Rp 5.000 untuk kopaja AC. E-ticketing menggandeng sejumlah bank swasta dan BUMN, di antaranya BRI, BNI, Bank DKI, BCA, dan Bank Mandiri.
Berdasarkan jadwal resmi yang dikeluarkan Pemprov DKI, setelah Jokowi meresmikan kegiatan tersebut, Jokowi akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terkait program Jakarta Tanggap Darurat pada pukul 11.00 WIB di Balai Agung, Balaikota, Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada pukul 07.30 WIB akan menerima staf Info-Tek UKP4 di ruang tamu Wagub. Pada pukul 13.00 WIB bertempat di lokasi yang sama, Wagub akan melakukan diskusi dengan para pakar dan instansi terkait sebagai langkah penanggulangan banjir DKI Jakarta untuk memperoleh masukan dan alternatif solusi penanggulangan banjir.
Berbeda dengan beberapa program transjakarta yang akan diresmikan Jokowi, peresmian Koridor XII (Pluit-Tanjung Priok) yang penggunaannya sedianya akan dimulai hari ini akan diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Pengunduran ini dilakukan karena Jokowi masih fokus pada penanganan banjir di DKI yang sangat menguras tenaga dan pikiran.
"Suasana seperti ini kok masih ada yang tanya 100 hari. Kita masih berkonsentrasi urus banjir. Kita undur semuanya sampai kira-kira Jakarta menurut kalkulasi sudah aman, baru kita bicara yang lain. Saya tidak mau kehilangan fokus," kata Jokowi.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pengoperasian Koridor XII memang tidak bisa dilakukan hari ini karena sebagian jalur masih tergenang. Ia juga tak bisa memastikan sampai kapan pengunduran pengoperasian ini. "Ditunda karena jalur tergenang. Sampai batas waktu yang belum ditentukan, intinya menunggu air surut," ujarnya.
Meski demikian, ia pun memastikan, seluruh infrastruktur Koridor XII sudah selesai. Bahkan, 32 bus yang akan dioperasikan telah siap untuk digunakan. "Kita ingin segera dioperasikan karena semua infrastruktur telah siap," kata Pristono.

 Editor : A. Wisnubrata
Sumber:http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2133/1/100.hari.jokowi-basuki/read/xml/2013/01/22/10123623/100.Hari.Jakarta.Baru.Jokowi.Resmikan.E-ticketing.Transjakarta

Hari Ini, Transjakarta Luncurkan Tiket Elektronik



JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Selasa (22/1/2013), Transjakarta dijadwalkan akan meluncurkan penggunaan tiket elektronik berbasis e-money untuk tiket bus transjakarta. Acara seremonial peluncuran perdana e-money akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, diawali acara dan jumpa pers di silang Monas, lalu berangkat dari Shelter Monas menuju Shelter Jakarta Kota.
Momen itu bertepatan dengan peringatan 100 hari dilantiknya pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
"Jadi, hari ini sekitar pukul 09.00 akan dilakukan peluncuran tiket elektronik transjakarta berbasis e-money," kata M Akbar, Kepala BLU Transjakarta, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/1/2013) pagi.
E-money sendiri adalah sistem tiket yang menggunakan kartu prabayar produk dari beberapa bank yang telah mengadakan kerja sama dengan BLU Transjakarta. Untuk tahap awal, e-money baru akan diterapkan di Koridor I (Blok M-Kota), tetapi pihak Transjakarta menargetkan 3-4 bulan ke depan seluruh koridor transjakarta akan menggunakan sistem tiket e-money.
"Sistem ini menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh 5 Bank, yakni BNI 46, BRI, Mandiri, BCA, dan Bank DKI. Tahap awal sistem ini berlaku di Koridor I, tetapi mudah-mudahan 3-4 bulan bisa diterapkan di seluruh koridor," terang M Akbar.
Dalam acara Refleksi dan Temu Kangen bersama Para Peletak Dasar Transjakarta Busway yang digelar dalam rangka peringatan 9 tahun beroperasinya transjakarta yang jatuh pada pekan lalu, Selasa (15/1/2013), M Akbar, yang menjadi salah satu narasumber, mengemukakan adanya rencana untuk segera melakukan modernisasi pada sistem tiket, yaitu dengan meluncurkan e-money.
 "Kami malu juga selama ini masih menggunakan tiket berupa kertas yang disobek. Tapi, insya Allah tanggal 22 Januari nanti, transjakarta akan me-launching penggunaan e-money, yaitu tiket yang menggunakan kartu-kartu kredit produk beberapa bank yang bisa digunakan untuk tiket busway," ujar M Akbar, Selasa (15/1/2013).

Editor : A. Wisnubrata
Sumber: http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2133/1/100.hari.jokowi-basuki/read/xml/2013/01/22/10264374/Hari.Ini.Transjakarta.Luncurkan.Tiket.Elektronik.

Launching E-Money Multi Banks Transjakarta Busway dan Integrasi Kopaja Ke Jalur Busway 22 Januari 2013

















Senin, 14 Januari 2013

Jokowi: Enam Ruas Tol Belum Final

Jokowi: Enam Ruas Tol Belum Final  
Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (depan, kedua dari kiri) bersama Menteri Keuangan Agus Martowardojo (depan, kedua dari kanan) di Jalan Tirtayasa, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2013). Jokowi mengunjungi kawasan perumahan Agus menampik untuk melobi transportasi massal berbasis reL atau mass rapid transit (MRT). Adapun sharing investment yang diminta Jokowi kepada Pemerintah Pusat adalah 60:40 untuk Pemprov DKI.


JAKARTA, KOMPAS - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan, persetujuannya atas rencana pembangunan enam ruas jalan tol baru belum final.

”Soal itu belum final,” ujarnya di Jakarta, Minggu (13/1/2013).

Menurut Jokowi, Pemerintah Provinsi DKI masih akan mendengarkan tanggapan publik atas rencana pembangunan enam ruas jalan tol itu. Apabila warga Jakarta menolak pembangunan enam ruas jalan tol itu, bisa jadi rencana tersebut tidak dijalankan.

”Kalau publik terus-menerus menolak, ya harus kita pertimbangkan,” ungkapnya.

Untuk menampung aspirasi warga, Pemerintah Provinsi DKI pun akan segera menggelar acara dengar pendapat publik dalam waktu dekat. ”Mungkin Selasa atau Rabu besok public hearing-nya,” kata Jokowi.

Terkait informasi bahwa enam ruas jalan tol baru itu sudah ditenderkan, Jokowi membantah hal itu. ”Belumlah. Lha wong amdal dan proses lain-lainnya saja belum kok,” ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan pembangunan enam ruas jalan tol itu berpotensi melanggar Pasal 29 Ayat 3 Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI, Jokowi mengaku belum membaca detail pasal itu.

”Saya tidak tahu sedetail itu, tetapi yang jelas semua proyek harus sesuai dengan hukum berlaku,” katanya.

Melanggar RTRW

Peneliti perkotaan dari Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, mengatakan, rencana pembangunan enam ruas jalan tol baru itu melanggar Perda RTRW DKI. Pasalnya, Perda RTRW menyatakan pembangunan jalan tol baru harus memenuhi sejumlah syarat.

Syarat pertama adalah Pemerintah Provinsi DKI harus memenuhi koridor transjakarta sebanyak 12 beserta sistem pengumpannya. Syarat kedua, harus ada manajemen pembatasan lalu lintas di jalan, seperti sistem ganjil genap.

Syarat ketiga, Pemerintah Provinsi DKI harus membuat manajemen lalu lintas di pintu masuk dan keluar tol. Pemerintah Provinsi DKI juga harus sudah mengintegrasikan transportasi umum.

”Kalau syarat-syarat itu tidak dipenuhi, tol baru tidak bisa dibangun,” katanya.

Selain tidak sesuai dengan RTRW, Elisa menyatakan, pembangunan jalan tol baru juga tidak akan menambah akses jalan baru. Pasalnya, di semua rute yang akan dibangun jalan tol baru itu sudah ada jalan umum dan jalur transportasi publik, seperti rel kereta api.

Mengenai rencana dengar pendapat publik, Elisa mengatakan, sebaiknya forum itu tidak diadakan pada hari kerja agar benar-benar bisa menampung aspirasi warga Jakarta.

”Kalau diadakan pas hari kerja, tentu kebanyakan warga Jakarta tidak bisa hadir,” katanya.

Jalan rusak

Selain jalan tol, berdasarkan pantauan Kompas, jalan lokal ataupun jalan provinsi di DKI Jakarta juga banyak yang rusak. Hal ini terjadi karena guyuran hujan deras yang sering melanda belakangan ini.

Kerusakan jalan antara lain di Jalan Arteri Pondok Indah, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Suprapto, Jalan Kramat Raya, Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Gunung Sahari, Jalan Panjang, Jalan Daan Mogot, dan Jalan Palmerah Utara.

Kerusakan jalan bervariasi, mulai jalan bergelombang, berkerikil, hingga berlubang. Kondisi ini menghambat kelancaran lalu lintas kendaraan.

Pengguna jalan yang melaju di jalan lurus itu beberapa kali terkejut karena tidak menduga ada lubang jalan di depannya. Akibatnya, nyaris terjadi insiden kecelakaan karena kendaraan tiba-tiba menghindari kerusakan jalan, sementara kendaraan di belakang tidak siap mengantisipasi.

Oleh karena itu, diharapkan pengendara kendaraan bermotor mewaspadai jalan-jalan tersebut untuk meminimalkan kecelakaan.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Maman Suparman, Sabtu, membenarkan adanya hal itu. Menurut dia, awal tahun ini kerusakan terjadi di 5.000 titik. Luas kerusakan di jalan lokal dan jalan provinsi ini mencapai 2 juta meter persegi.

”Memang sangat tajam kerusakan jalan. Seluruh kerusakan 5,7 persen dari total jalan lokal dan provinsi. Kerusakan terjadi karena guyuran hujan,” tutur Maman.

Pemerintah Provinsi DKI merencanakan akan menutup lubang jalan ketika hujan reda. ”Perbaikan sementara ini kami lakukan setiap malam agar tidak mengganggu lalu lintas,” katanya.

Perbaikan total dilakukan di semua titik kerusakan jalan pada pertengahan tahun. (K02/NDY/K11)

Jumat, 28 Desember 2012

Kalender 2013

Klik Gambar Untuk Memperjelas

SELURUH STAFF LAYANAN TIKET MENGUCAPKAN 
" SELAMAT TAHUN BARU 2013 "

Rabu, 26 Desember 2012

Ini Lokasi Parkir Car Free Night 31 Desember 2012


Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar car free night saat malam tahun baru di sepanjang bundaran Senayan hingga kawasan Silang Monas. Berikut lokasi parkir kendaraan bagi warga yang ingin menikmati malam pergantian tahun pada 31 Desember 2012.

Dalam rilis Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (25/12/2012), masyarakat dapat memarkirkan kendaraannya di:

1. Lapangan IRTI di seberang Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan.
2. Parkir Timur Senayan.
3. Gelora Bung Karno.
4. Masjid Istiqal.
5. Lapangan Banteng, Jl Lapangan Banteng.

Selain itu, car free night juga diharapkan mampu menekan angka kemacetan dan angka kecelakaan, khususnya pada malam tahun baru.

"Car free night banyak manfaatnya, tidak cuma menghilangkan budaya konvoi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas tapi juga masyarakat bisa menikmati pesta pergantian tahun tanpa asap kendaraan," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda.

Dengan car free night ini, lanjut Chryshnanda, masyarakat dapat menikmati tahun baru yang bebas kendaraan dan bebas asap kendaraan.

Penutupan arus lalu lintas di sekitar lokasi akan dilakukan pada tanggal 31 Desember 2012 mulai pukul 21.00 WIB.

Puncak perayaan malam tahun baru 2013 ini akan dimeriahkan dengan sejumlah atraksi hiburan kesenian daerah. Pemda DKI Jakarta rencananya menyiapkan 16 panggung hiburan.

Sumber:http://news.detik.com/read/2012/12/25/092616/2126198/10/ini-lokasi-parkir-car-free-night-31-desember?9911012

Ini Konsep "Car Free Night" ala Jokowi


Penulis : Kurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Tampaknya ada yang berbeda dengan suasana di jalan protokol Ibu Kota pada malam pergantian tahun nanti. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Joko Widodo akan memberlakukan bebas kendaraan di malam hari atau car free night pada 31 Desember 2012 mulai pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB pagi.
Sebelumnya, konsep car free night ini juga pernah dilaksanakan saat pergantian tahun di Solo saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, kemeriahan malam pergantian tahun tersebut tidak akan terganggu oleh arus transportasi. Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya pun sudah merumuskan alternatif-alternatif lalu lintas pada saat berlangsungnya acara tersebut.
"Jadi, sudah rapat di Polda, penutupan jalannya mutlak dari jam 21.00 sampai jam 02.00 pagi pada 31 Desember," kata Pristono, di Jakarta, Selasa (25/12/2012).
Pristono mengatakan, sebelum jalur dari Bundaran Senayan hingga Jalan Medan Merdeka Barat ditutup pada pukul 21.00 WIB, masyarakat masih dapat melalui jalur pada siang atau sore hari. Namun, sejak sore, Dishub DKI bersama pihak Polda Metro Jaya akan mulai melakukan penyaringan mobil-mobil yang tidak perlu melewati jalur tersebut.
"Pengunjung atau tamu-tamu gedung dan hotel yang berada di sepanjang jalur tersebut masih boleh melewati jalur tersebut. Karena pada pukul 7 sampai 9 malam, ada acara gala dinner di sana," katanya.
Sebanyak 15 panggung yang tersebar, mulai dari air mancur patung kuda bunderan Indosat hingga Universitas Atmajaya. Seluruh panggung acara akan dimeriahkan dengan aneka macam hiburan dari para seniman dan atraksi hiburan lainnya. Acara puncaknya akan ada pesta kembang api di Bundaran HI. Para pejabat Pemprov DKI pun, kata dia, akan mengikuti car free night tersebut.
"Jadi, acaranya itu dari pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) sore itu ke Ancol dan tempat lain, nanti jam 21.00 sudah tiba di Balaikota, dan selanjutnya berjalan kaki ke tempat yang dikunjungi," kata Pristono.
Pada pergelaran car free night itu, kata Pristono, tidak akan ada pengalihan arus lalu lintas yang berarti karena masih ada jalur lain yang dapat dilalui. "Ada arus lalu lintas yang tidak perlu diarahkan ke tempat lain karena orang yang masuk kan lewat jalur lambat atau jalan samping. Sahid bisa lewat Jalan Mas Mansyur, Grand Indonesia bisa dari Kebon Kacang, Istiqlal bisa lewat Tugu Tani, dan jalan samping masih banyak. Enggak ada masalah karena tujuannya buat masyarakat," ujarnya.
Untuk alternatif tempat parkir, pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan lahan parkir. Selain itu, juga disediakan lahan parkir di Lapangan Irti Monas dan Parkir Timur Senayan. "Menyewa angkutan umum juga boleh. Nanti ngedrop dan boleh parkir di gedung-gedung di sana, tetapi tetap enggak boleh masuk di tempat orang jalan. Sekarang lebih baik di car free night kan sekalian," kata Pristono.

Sumber:http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/26/06594057/Ini.Konsep.Car.Free.Night.Ala.Jokowi

E-Money, Inovasi Alat Pembayaran


Written by E. Ari Astuti 

Saat akan naik bus di Singapura, seorang turis Indonesia bertanya pada sopir berapa ia harus bayar. Ia pun berpikir, hal ini sama seperti di beberapa bus di Jakarta yang harus bayar dulu sebelum berangkat. Setelah duduk, ia melihat para penumpang lain tidak membayar cash seperti dirinya tapi melewatkan sesuatu pada suatu alat scan. Ada yang menyentuhkan dompet, handphone, jam tangannya bahkan tas yang dibawanya. Begitu pula saat turun, setelah penumpang memencet bel mereka melakukan hal yang sama pada alat tersebut di pintu keluar. Karena ragu-ragu, ia pun bertanya pada seorang penumpang, “Yang di-scan itu apa ya? Apa saya juga harus melakukannya juga?” Yang ditanya menjawab, “Anda naik bus bayar cash?” Ya,” jawab sang turis. “Kalau begitu anda tidak harus men-scan sesuatu di situ,”jelas yang ditanya. Sang turis pun bertanya lagi, ”Jadi apa yang di-scan di situ?” Lantas penumpang tersebut pun memperlihatkan semacam sticker transparan yang tertempel di dompetnya. Sang turis pun mengangguk, walaupun tidak tahu apa sebenarnya itu.

Fenomena di atas mungkin cukup asing bagi masyarakat Indonesia. Dan hal tersebut memang masih sangat jarang, karena pelaku pasar di Indonesia pun sampai saat ini belum melakukan commercial launch bagi produk serupa. Produk tersebut merupakan salah satu bentuk dari e-money. Beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa BI sudah memberikan izin bagi beberapa perusahaan untuk menerbitkan kartu prabayar sebagai salah satu alat pembayaran atau yang disebut e-money. Lantas, apakah sebenarnya e-money itu?

E-money ? Kartu Debet
E-money adalah suatu alat pembayaran elek-tronik dimana nilai uang itu tersimpan dalam media elektronik tersebut. Menurut Dyah N.K. Makhijani, Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, e-money merupakan salah satu alternatif pembayaran yang bentuknya bisa bermacam-macam. Selama ini e-money yang berkembang di masyarakat masih dalam bentuk chip yang ditanam dalam sebuah kartu ataupun stiker. Bentuk lainnya bisa berupa server based atau virtual based.

Lebih lanjut, Dyah menambahkan dalam imple-mentasinya, e-money ini agak tersamar menjadi kartu debet. Kartu debet memang bentuknya kartu dan based-nya simpanan dengan transaksi yang dilakukan secara online. Sedangkan tran-saksi menggunakan e-money bisa dilakukan se-cara offline, dan nilai saldonya terkurangi setiap kali bertransaksi.

Hanya saja, perbedaannya adalah setiap kali transaksi dengan kartu debet, pasti akan membutuhkan koneksi online untuk otorisasi ke penerbit, bank dalam hal ini. Setiap kali transaksi, simpanan di bank akan berkurang. Sedangkan e-money, setiap kali transaksi, simpanan dalam e-money tersebut memang berkurang saat itu juga, namun data pada pihak penerbit belum tentu berkurang saat itu juga. “Data di penerbit akan berkurang pada saat merchant tersebut klaim atas transaksi yang telah dilakukan. Baru setelah itu data antara penerbit dan e-money yang dimiliki seseorang menjadi sama,” ujar Dyah.

Model Chip Based dan Server Based
Pembayaran dengan e-money ini masih tahap awal. Dyah menuturkan, model yang akan berkembang ke depan ada dua bentuk yaitu chip based dan server based. Untuk chip based, ukuran chip yang kecil memungkinkan chip tersebut disimpan dalam kartu, sehingga mungkin tidak akan terlihat perbedaannya dengan kartu debet atau kartu kredit. Ketika chip tersebut dalam bentuk stiker maka ini bisa di tempel dimana saja, bisa di handphone, jam tangan, dompet, tas dan lain-lain. Model yang itu yang bisa dilakukan secara offline karena nominal uangnya tertanam dalam chip tersebut. Saat transaksi terjadi, sejumlah uang akan berkurang dan berpindah ke terminal merchant yang dilengkapi dengan teknologi radio.

Untuk model server based, sejumlah uang dikelola oleh server penerbit. Model ini biasanya dikem-bangkan oleh Telco Provoder. Telco provider ini mempunyai server yang mengelola account e-money, seperti pulsa. Jika telco provider mengembangkan e-money, maka ia akan membuat satu account lagi yang terpisah dengan account pulsa yang berguna untuk payment. Jadi bisa ditanam dalam satu media. “Kita bisa cek saldo pulsa dan saldo e-money. Bila pulsa habis kita bisa mindahin saldo e-money ke pulsa tapi tidak bisa sebaliknya,” papar Dyah.

Jika disatukan dalam handphone, triggernya bisa melalui SMS. Jadi pelanggan tersebut dikasih user ID atau password. Dyah mencontohkan misalkan kita belanja di salah satu konter yang sudah bekerja sama dengan telco provider untuk payment. Saat berbelanja dan akan membayar dengan e-money, ada kode yang harus di kirim ke telco provider. Nah, dari situ kita disuruh memasukkan user ID dan password, selanjutnya pihak provider akan bertanya benarkah anda akan membayar sekian pada konter tersebut, kalau ya tinggal pencet OK. Model virtual account ini juga bisa digunakan untuk internet. Contohnya i-VAS Telkom yang account based dan berfungsi untuk pembayaran di internet. Di sini pengguna memiliki user ID dan password untuk bayar penggunaan internet.

Selain Telkom, provider lain yang mengembangkan e-money ini adalah Telkomsel. Menurut Manajer Mobile Commerce Telkomsel Reyhan, Telkomsel telah mendapatkan izin untuk menerapkan e-money sejak Maret lalu dan saat ini disebut dengan Telkomsel Tunai. Hanya saja penggunaannya masih terbatas pada internal karyawan Telkomsel karena masih dalam taraf pengkajian dan uji coba agar produk ini bisa diterima dengan baik di masyarakat nantinya. Reyhan mengatakan Telkomsel menggandeng Fuji Image Plaza untuk kerjasama produk ini. Penggunaannya masih berbasis pada chip. “Telkomsel ingin mendapatkan customer loyality lebih banyak lagi dari produk ini,” ungkap Reyhan.

Menurut Dyah, perusahaan lain yang juga telah diberi ijin oleh BI untuk menerbitkan kartu prabayar e-money adalah BCA dengan flash BCA dan digunakan oleh karyawan BCA, Bank DKI untuk pembayaran Trans Jakarta, dan Telkom dengan produknya i-VAS yang masih terbatas pada game online tertentu. Untuk Telkom, dilakukan pemutihan, karena Telkom terlebih dahulu menggunakan model e-money tersebut. Dan semua penerbit tersebut menggunakan chip based kecuali Telkom yang menggunakan server based.

Bagi perusahaan yang berminat menerbitkan kartu prabayar e-money itu, syarat yang harus dipenuhi antara lain harus punya sertifikat dari audit system dari security audit system yang independen dan harus berpengalaman di bidang penerbitan kartu prabayar dalam bentuk single purpose (untuk satu penggunaan saja) selama dua tahun.

Pembayaran Mikro
Gaung e-money memang baru terdengar belakangan ini. Tapi sebetulnya pada tahun 2005, sudah ada salah satu bentuk e-money ini pada peraturan BI tentang ketentuan alat dengan menggunakan alat penggunaan kartu (APMK, alat pembayaran menggunakan kartu) masih sangat terbatas. Di dalam APMK tertuang aturan mengenai kartu kredit, kartu debet, ATM dan kartu prabayar. Nah, kartu prabayar yang merupakan bagian dari e-money ini pun sudah diatur.

Aturan soal e-money tertuang dalam Peraturan BI yang lahir dari Undang-Undang BI, dimana BI diberi kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, termasuk e-money ini. Lantas bagaimana kaitannya dengan Rancangan Undang-Undang Informasi dan Tranaksi Elektronik (RUU ITE)? “Terkait soal RUU ITE, mungkin saat kita bicara soal interoperability dan keamanan. Di situ memang kita harus kerja sama dengan Kominfo,” ujar Dyah.

Perkembangan e-money ternyata sangat cepat dan luas, dan itu harus menjadi concern BI. Karena sifat e-money itu adalah uang cash, jadi keamanan dan perlindungan kepada masyarakat pengguna harus diperhatikan. “Rencananya tahun depan kami akan mengeluarkan peraturan khusus tentang e-money dengan menangkap segala perkembangan bentuk yang akan dikembangkan oleh industri,” papar Dyah. Sebelumnya, BI hanya mengatur kartu prabayar tapi belum sampai ke virtual based.

Menurut Dyah, perkembangan e-money ini bukan BI yang men-trigger, tapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang men-drive pelaku pasar untuk masuk ke segmen itu. Jadi, ini adalah salah satu alternatif dari alat pembayaran. Selama ini masyarakat sudah punya beberapa alat pembayaran seperti kartu debet, kartu kredit, check dll. Namun, ada satu lagi untuk pembayaran mikro yang belum tersentuh oleh teknologi, yaitu pembayaran yang kecil-kecil seperti untuk parkir, tol atau tiket. Pembayaran mikro ini karakteristiknya melayani banyak orang, frekuensinya sering, sehingga membutuhkan pelayanan cepat. “Tidak mungkin kan untuk membayar itu dengan kartu debet atau kartu kredit,” tandas Dyah.

Dijelaskan Dyah bahwa di luar negeri sudah ada produk semacam ini seperti Octopus di Hongkong, Touch and Go untuk pembayaran tol di Malaysia dan di Singapura untuk pembayaran MRT dan bus. “Saya lihat, marketnya lebih ke pembayaran mikro atau ritel juga ada seperti untuk membayar makan di McD atau restoran cepat saji lainnya,” lanjutnya. Dan untuk satu kartu prabayar e-money nominalnya dibatasi sampai satu juta rupiah.

E-money memang tidak bertujuan untuk mengganti uang kecil secara total. Tapi begitu masyarakat sudah tertarik menggunakan e-money untuk payment, maka mereka tidak perlu lagi membawa uang receh, cukup menyentuhkan e-money pada sensor alatnya. Untuk tol, pelayanan tol lebih cepat dan efisien, sehingga cash & link tol tidak terlalu mahal.

Dengan model e-money, masyarakat yang tidak punya rekening tetap bisa bertransaksi. Dengan membeli e-money dengan sejumlah uang cash, maka pembeli bisa membelanjakannya sebesar uang tersebut dengan mendebetnya tiap kali transaksi di merchant tertentu atau untuk pembayaran mikro seperti pembayaran tol, naik kereta atau parkir. Untuk pembayaran mikro, tampaknya masyarakat akan diuntungkan karena diperoleh efisiensi waktu pembayaran. Nah, siapapun yang akan bermain di area ini, diharapkan akan berdampak signifikan pada efisiensi waktu, setidaknya antrean panjang pada gerbang tol dapat terus diminimalisir. 


Sumber:http://majalaheindonesiaku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64:e-money-inovasi-alat-pembayaran&catid=43:artikel-ti&Itemid=68

Ahok: Mulai Maret 2013, Naik Transjakarta Bayar Pakai e-Money



Rini Friastuti - detikNews

Jakarta - Sebentar lagi warga Jakarta yang terbiasa naik TransJ bisa memanfaatkan fasilitas baru. Fasilitas tersebut berupa penggunaan uang elektronik (e-Money) .

"E-Money akan direalisasikan pada Maret 2013 mendatang. Ada sekitar 4 bank yang kemungkinan terlibat untuk meningkatkan fasilitas tersebut seperti Bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok) usai bertemu dengan beberapa petinggi bank di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).

Ahok menambahkan, pihaknya merasa perlu untuk menggandeng beberapa bank lain karena Bank DKI, yang sebelumnya menjadi operator tunggal dalam penerapan e-Money, dianggap tidak mampu. Alasan lain adalah karena banyak warga Jakarta yang tidak menjadi nasabah Bank DKI.

"Ini kan kita juga bicara jumlah nasabah. Kalau nasabahnya sedikit, lalu kita bangun, nanti kan kita tekor," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Dengan bantuan bank-bank lain diharapkan seluruh halte TransJ bisa dilayani dengan e-Money tersebut. Malah Ahok berharap bulan Januari 2013 e-Money sudah bisa diluncurkan.

"Bank DKI sendiri kan sudah tidak berhasil, makanya kita ajak yang lain juga. Bank DKI tetap yang memimpin," terang Ahok.

Sistem e-Money sempat diterapkan di beberapa koridor TransJakarta di awal-awal pengoperasiannya pada tahun 2005 lalu. Saat itu fasilitas itu diberi nama JakCard, keluaran Bank DKI. Namun, program itu tak berhasil, dan akhirnya sistem pembayaran TransJakarta kembali ke sistem manual.

Sumber:http://news.detik.com/read/2012/12/26/143642/2126980/10/ahok-mulai-maret-2013-naik-transj-bayar-pakai-e-money?9911012


Berita Terkait :

E-Money, Inovasi Alat Pembayaran

Malam Tahun Baru, Jam Operasi Bus Transjakarta Hanya Sampai 18.30 WIB


Penulis : Selamat Saragih

JAKARTA--MICOM: Pada malam pergantian tahun baru 2012 - 2013 operasional busway dipersingkat sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya beroperasi hingga pukul 23.00 WIB, maka pada 31 Desember ini hanya beroperasi hingga pukul 18.30 WIB.

"Masyarakat diharapkan bisa menyesuaikan perjalanan dengan operasional busway," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Udar Pristono, di Jakarta, Selasa (25/12).

Menurutnya, kebijakan ini diambil guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Akhir tahun ini berbeda dengan biasanya saat malam pergantian tahun. Karena Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya akan menggelar Car Free Night (CFN) di sepanjang Jl Sudirman-Jl Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat.

Sementara pertimbangan lain yakni melihat situasi lalu lintas di sejumlah ruas jalan Ibu Kota diperkirakan mengalami kemacetan yang cukup parah, karena banyaknya warga Jakarta merayakan pesta pergantian tahun di luar rumah, jelas Pristono.

"Penghentian pengoperasian bus Trans-Jakarta saat malam pergantian tahun hanya bersifat sementara. Karena berdasarkan pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, hampir seluruh ruas jalan di DKI Jakarta mengalami kemacetan cukup parah sehingga menyulitkan laju perjalanan busway," kata Pristono.

Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan operasional bus Trans-Jakarta dipersingkat. Angkutan umum lainnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin bepergian, lanjut Pristono.

"Kami juga memberikan kesempatan bagi awak bus Trans-Jakarta untuk bisa merayakan malam tahun baru," ujarnya.

Menurut Pristono, dengan tidak dioperasikannya bus Trans-Jakarta menjelang malam pergantian tahun, jalur bus Trans-Jakarta dapat digunakan kendaraan lain. Sehingga tidak ada lagi jalur khusus dan bisa menambah kapasitas jalan yang ada.

Pristono menegaskan, dipersingkatnya operasional bus Trans-Jakarta hanya berlaku saat malam pergantian tahun (tepat pada 31 Desember 2012. Sementara esok harinya operasional busway akan beroperasi seperti biasa. "Ini hanya satu hari saja, selanjutnya normal kembali," tandasnya. (Ssr/X-13) 

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/25/372410/35/5/Malam-Tahun-Baru-Jam-Operasi-Bus-Trans-Jakarta-Hanya-Sampai-18.30-WIB

Kamis, 20 Desember 2012

Wajah Baru Bus Transjakarta

Armada Baru Transjakarta

Petugas memasang plat nomor kendaraan Bus TransJakarta baru buatan Zhong Tong Bus, Cina, di Pool Damri, Pesing, Jakarta Barat, Senin, 17 Desember 2012. Sejumlah uji coba terus dilakukan untuk kesiapan Bus TransJakarta, agar segera bisa dioperasikan.  
Mekanik Zhong Tong Bus selaku produsen Bus TransJakarta melakukan uji coba sistem power stering Bus TransJakarta di Pool Damri, Pesing, Jakarta Barat, Senin, 17 Desember 2012. Sejumlah uji coba terus dilakukan untuk kesiapan Bus TransJakarta, agar segera bisa dioperasikan.  
Uji coba sistem power stering Bus TransJakarta buatan Zhong Tong Bus, Cina, di Pool Damri, Pesing, Jakarta Barat, Senin, 17 Desember 2012. Sejumlah uji coba terus dilakukan untuk kesiapan Bus TransJakarta, agar segera bisa dioperasikan.


Bus TransJakarta baru buatan Zhong Tong Bus, Cina, parkir di Pool Damri, Pesing, Jakarta Barat, Senin, 17 Desember 2012. Sejumlah uji coba terus dilakukan untuk kesiapan Bus TransJakarta, agar segera bisa dioperasikan.

 

Rabu, 19 Desember 2012

Januari 2013, Kopaja Masuk Jalur Transjakarta



TEMPO.CO, Jakarta - Pada pertengahan Januari 2013, 40 unit bus Kopaja akan terintegrasi dengan jalur Transjakarta. "Yang masuk jalur Transjakarta adalah P20 dan S13," kata Ketua Umum Kopaja, Nanang Basuki, ketika berbincang di sela acara "Transjakarta Sharing" pada Selasa, 18 Desember 2012.

Kedua bus Kopaja tersebut akan terintegrasi dengan Koridor VI, Ragunan-Dukuh Atas. Kopaja P20 memiliki rute Lebak Bulus-Senen sedangkan S13 Ragunan-Slipi.

Nanang mengatakan, kedua rute tersebut memilki permintaan penumpang yang tinggi. P20 bisa mengangkut 300 orang per hari per bus. S13 mengangkut 200 orang per hari per bus. Masing-masing rute memiliki 20 unit bus.

Menurut Nanang, wacana Kopaja masuk jalur Transjakarta ini pernah diusulkan Kopaja pada 2011. "Kami punya rute yang permintaannya tinggi," ujarnya. "Tetapi jarak tempuh ke tujuan lama, sehingga perlu gabung dengan busway."

Agar Kopaja terintegrasi dengan busway, Kopaja sudah menyiapkan 40 bus yang didesain agar bisa melayani penumpang di halte. Investasi per bus, kata dia, mencapai Rp 450 juta.

Bus Kopaja tersebut memiliki fasilitas AC dan pintu di sebelah kanan sehingga bisa menaik-turunkan penumpang di halte Transjakarta. Selain itu, kata Nanang, ada fasilitas plus, yaitu wi-fi . "Ini program uji coba, semoga bisa berjalan lancar," katanya.

Sumber:http://www.tempo.co/read/news/2012/12/18/083448927

Saldo Dana Sosial/Sedekah Per Tanggal 19 Desember 2012

Klik Gambar Untuk Memperjelas

Selasa, 18 Desember 2012

Jokowi Akan Siapkan Bus Transjakarta Khusus Wanita


Reporter : Muhammad Sholeh

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menyediakan bus Transjakarta khusus untuk wanita. Sebab, tahun depan Pemprov DKI akan mendatangkan 200 bus baru pada bulan Januari dan pada Juni kembali mendatangkan 600 bus Transjakarta.

"Di lihat besok armadanya memungkinkan atau tidak, saya kira Januari sudah nanti mungkin ada yang khusus (wanita) kalau diperlukan," kata Jokowi usai makan di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Selasa (11/12).

Untuk mempersiapkan bus Transjakarta khusus wanita tersebut, Jokowi akan membahasnya Januari tahun depan. Sebab, untuk bulan Januari sudah ada tambahan bus.

"Kami mau lihat di lapangannya seperti apa, kalau memang sudah tidak desak-desakan lagi ya mungkin tidak, tapi kalau masih desak-desakan ya mungkin di adakan yang bus khusus," jelas Jokowi.

Wacana penyediaan bus Transjakarta khusus wanita ini karena sering terjadi pelecehan seksual terhadap wanita. Jokowi pernah mengusulkan agar ada tambahan bus biar tidak desak-desakan.

"Solusinya tambah bus, kalau bisa ditambah, tidak akan berdesak-desakan, kalau gitu ya gak akan terjadi pelecehannya. Itu saja," kata Jokowi pekan lalu.

Menurut Jokowi, setiap ada kasus pelecehan seksual sebaiknya diselesaikan secara hukum. Di luar itu, dari sisi pemberi layanan, solusinya adalah penambahan armada.

"Kalau busnya gak ditambah ya berdesak-desakan terus. Kalau sore pagi kaya begitu terus, ya mau gimana. Satu-satunya jalan ya itu saja. Nanti Januari kan tambah 200 bus, Juni nambah 600, nanti bisa selesai," tegas Jokowi.

Sumber:http://www.merdeka.com/jakarta/jokowi-akan-siapkan-bus-transjakarta-khusus-wanita.html

Target Ganjil Genap Pindahkan Pengendara ke Transjakarta




Untuk mengurai kemacetan, Pemprov DKI akan menerapkan sistem ganjil genap dengan harapan pengendara akan beralih ke TransJakarta.

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem ganjil genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas kendaraan di Ibukota. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno mengatakan sistem tersebut masih akan dikaji lebih dalam oleh Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Mungkin nanti akan diterapkan pada jalur-jalur tertentu dulu. Yang ada jalur Transjakartanya," kata Putut, Jumat (7/12) di Jakarta.

Putut mengatakan, target dari sistem ganjil genap itu adalah untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi dan diharapkan mereka akan beralih ke TransJakarta. Menurut dia, dari pada menggunakan kendaraan pribadi, TransJakarta jauh lebih murah.

"Satu liter bensin berapa harganya, Rp 4.500 kan, kemudian dikali lima liter jadi hampir Rp 22.500 lah ya. Belum nanti pas pulang harus bayar parkir. Bandingkan dengan naik busway yang hanya Rp 3.500," tutur Putut.

Mantan ajudan Presiden SBY itu optimis sistem ganjil genap bisa diterapkan dan akan diterapkan secara bertahap jika sarana pendukungnya sudah siap.

Sumber:http://www.berita99.com/berita/3822/target-ganjil-genap-pindahkan-pengendara-ke-transjakarta

Senin, 17 Desember 2012

Kegiatan Dana Sosial/Sedekah Layanan Tiket UPTJ

Mulai Bulan Desember 2012 dan seterusnya, Sub Bidang Layanan Tiket mengadakan kegiatan Dana Sosial/Sedekah. Susunan Pengurus dan Teknis pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

Klik Gambar Untuk Memperjelas
Klik Gambar Untuk Memperjelas

Rekening Dana Sosial/Sedekah :

Klik Gambar Untuk Memperjelas

 Saldo Terakhir Rekening Dana Sosial/Sedekah per Tanggal 17 Desember 2012 pk. 13.00 WIB

Klik Gambar untuk Memperjelas


Feeder Busway Diganti Feeder Sepeda?


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan upaya menekan angka kemacetan di Ibu Kota. Berbagai prasarana telah dievaluasi, mulai dari angkutan kota, jalur busway, sampai rencana revitalisasi semua moda angkutan umum. Teranyar, DKI bermimpi membuat sepeda sebagai feeder transportasi.

Ditemui seusai menghadiri rapat bersama Gubernur DKI Joko Widodo di gedung Balaikota Jakarta, Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono mengungkapkan rencana tersebut, yakni feeder sepeda meniru negara luar, seperti yang telah berhasil diterapkan di Guangzhou, China.
"Selama ini, kita bicara soal bike to work saja, nanti rencananya akan kami bikin feeder untuk sepeda juga," kata Pristono, Senin (26/11/2012).

Dia menjelaskan, feeder sepeda telah digunakan di Guangzhou dari stasiun kereta atau halte menuju tempat bekerja. Itulah mengapa Pemprov DKI merasa kebijakan ini dapat memberi dampak besar dalam upaya mengurai macet Jakarta. Namun, semuanya masih dalam kajian mendalam. Pemprov DKI mengajak sejumlah pakar transportasi untuk duduk bersama mematangkan wacana ini.

"Jadi, nantinya benar-benar bisa direalisasikan. Sampai saat ini kami terus mengundang para pakar transportasi untuk mendapat masukan," ujarnya.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/26/1318241/Feeder.Busway.Bakal.Diganti.Feeder.Sepeda

Jokowi Akui Feeder Busway Tidak Tertata


Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, masih perlu perbaikan dalam memberikan pelayanan publik khususnya Bus Transjakarta. Salah satu yang perlu dibenahi, beberapa feeder busway yang tidak berjalan.  
Feeder busway sendiri nantinya harus terkoneksi dengan angkutan umum lain, seperti metromini dan kopaja. Namun, semua itu masih perlu dikalkulasi kembali.

"Ya semuanya nanti harus terkoneksi antara kereta dengan busway, feederny, metromini, kopaja dan mikrolet. Nanti terkoneksi lagi dengan ojeg. Itu harus dikalkulasi," kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Di sisi lain, mengenai 15 feeder busway yang tidak berjalan, Jokowi mengatakan memang harus ada sebuah tata ruang dan juga pembenahan yang banyak terkait angkutan-angkutan umum tersebut.

"Ya sudah saya sampaikan memang harus ada sebuah tata ruang. Metromini harus ditata trayeknya, feeder-feeder yang ada harus terkoneksi. Memang ini pembenahannya masih banyak sekali. Perbaikannya masih perlu waktu," tukas Jokowi. 

Sumber : http://metro.sindonews.com/read/2012/12/13/31/697191/jokowi-akui-feeder-busway-tidak-tertata

Dilema Feeder dan Angkutan Perbatasan



Menata transportasi Jakarta bukan hal yang mudah. Selain membutuhkan anggaran besar, juga perlu kreativitas tinggi. Pemprov DKI Jakarta berusaha mempermudah pelayanan warga dengan menghubungkan akses transportasi massal yang sudah ada yaitu bus transjakarta.
Di dalam kota, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengembangkan feeder (bus pengumpan) transjakarta di simpul padat penumpang. Bus pengumpan itu beroperasi di Rute 1 Sentra Primer Barat-Daan Mogot, Rute 2 Tanah Abang-Tugu Tani, dan Rute 3 SCBD-Senayan.
Namun sejak diresmikan pada 29 September 2011, operator feeder, PT Eka Sari Lorena Transport, mengaku rugi. Sejak awal November lalu, operator memutuskan menghentikan operasional 15 bus pengumpan di tiga rute itu. ”Jumlah penumpang cenderung turun, secara hitungan bisnis kami merugi,” tutur Direksi Eka Sari Lorena Transport Donny Andy Saragih kepada Kompas, akhir pekan lalu. 

Dinas Perhubungan selaku inisiator pengembangan feeder mengirim surat ke operator yang berisi permintaan untuk tetap beroperasi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menawarkan solusi agar operator tetap menjalankan feeder terutama di rute 1. Sementara untuk rute 2 jumlah armada bus dikurangi, dan di rute 3 sementara bisa dihentikan. 

Merespons surat itu, Sabtu (3/11), perwakilan Badan Layanan Umum Transjakarta, Dinas Perhubungan DKI, serta pihak Lorena, bertemu membicarakan persoalan tersebut. Mereka sepakat kembali mengoperasikan feeder terutama di rute 1. Selain itu, ketiga pihak setuju ada pengurangan tarif yang semula Rp 6.500 menjadi Rp 3.500 per penumpang. ”Hasil pertemuan kami, pada Senin (5/11) feeder di rute 1 tetap beroperasi melayani warga. Kami akan lakukan pembenahan untuk mencari solusi agar di rute yang lain tetap ramai,” kata Pristono, Minggu (4/11). 

Mirip dengan bus pengumpan, angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta (APTB) juga menghadapi persoalan serupa. Angkutan ini dikembangkan melayani warga sekitar Jakarta sejak 28 Maret 2012 ketika dibuka jalur Bekasi-Pulogadung. Berikutnya berturut turut mengembangkan pola serupa di Poris Plawad-Kalideres pada 20 Juni, dan Ciputat-Kota 4 Oktober. 

Dua jalur APTB di Bekasi-Pulogadung dan Poris Plawad-Kalideres saat ini sepi penumpang. Persoalan berikutnya headway bus yang tidak jelas sehingga belum ada kepastian waktu. 

Berbeda dengan kedua jalur di atas, jalur Ciputat-Kota cenderung meningkat peminatnya. Data terakhir menyebut jumlah penumpang 1.010 penumpang per hari. Rinciannya, 526 penumpang ke arah Kota dan 484 penumpang ke arah Ciputat. Adapun jumlah bus yang melayani baru delapan unit.
Wahid Sukamto, Direktur PO Bianglala, pengelola bus APTB Transjakarta jalur Ciputat-Kota, mengatakan, penumpang di jalur itu terus bertambah sejak bus mulai dioperasikan beberapa waktu lalu. ”Kami tetap optimistis,” kata Sukamto. Menurut dia, angka pertumbuhan penumpang sudah lebih dari target awal yaitu sekitar 400 penumpang per bus per hari. 

Bus APTB jalur Ciputat-Kota masih jarang ditemui karena baru beroperasi 8 bus dari 15 bus yang direncanakan. Jarak kedatangan antarbus dari pantauan masih lebih dari satu setengah jam. Penumpang juga masih kesulitan menentukan jadwal kedatangan bus yang bertarif Rp 6.000 sekali jalan itu. Dia yakin apabila 15 bus sudah beroperasi dan penumpang semakin mengenal bus APTB, banyak penumpang tertarik menggunakannya. (NDY/RAY) 

Sumber:http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/05/05563842/Dilema.Feeder.dan.Angkutan.Perbatasan